Wanita dalam kesehariannya, baik muda maupun ibu-ibu, tak luput dari keinginannya dalam memenuhi kebutuhan akan informasi. Tabloid khusus wanita yang beredar di Indonesia hingga saat ini, sudah banyak macamnya, mulai dari khusus fashion, keluarga, bahkan yang bersifat infotaintment. Tahukan anda bahwa Surat Kabar pertama khusus perempuan di Indonesia sudah ada sebelum Indoensia merdeka ? Soenting Melajoe, itulah nama Surat Kabar khusus perempuan pertama di Indonesia. Soenting artinya perempuan dan Melajoe artinya Tanah Melayu. Dan Soenting Melajoe artinya surat kabar untuk kaum perempuan di Tanah Melayu. Sebagai surat kabar perempuan, penulis Soenting Melajoe diisi oleh kaum perempuan. Saya pun sempat terkejut, ternyata pengarustamaan gender dimasa itu sudah ada, bahkan keberadaan kaum perempuan sebagai jurnalis sudah diakui kehadirannya.

Surat kabar berbahasa Melayu ini, dicetus oleh seorang wanita yang berdarah Padang. Beliau adalah seorang wanita biasa yang tidak memiliki kemampuan luar biasa, namun wanita ini sepertinya memiliki idealisme dan karakter yang cukup keras, karena semasa hidupnya beliau selalu rajin membaca dan menulis kembali sesuatu yang dilihatnya cukup menarik. Hal ini dilakukannya mulai usia 8 Tahun, beranjak dewasa, beliau aktif menjadi pengajar di Kerajinan Amal Setia, sekolah yang dibangun sendiri. Disanalah Ia mengajarkan baca tulis, ilmu agama, kepandaian rumah tangga, membuat kerajinan dan pengetahuan umum kepada perempuan-perempuan Kotogadang, Sumatera Barat. Banyaknya tulisan yang dibuatnya, akhirnya memunculkan gagasannya dalam membuat surat kabar khusus perempuan, yang akhirnya gagasan tersebut dibantu oleh Soetan Maharadja, seorang Pimpinan Redaksi Oetoesan Melajoe. Menurut catatan sejarah, surat kabar miliki Soetan Maharadja terbit satu kali dalam tiga minggu, namun Soenting Melayu, terbit sekali seminggu, hal ini berarti bahwa pada masa itu kaum perempuan membutuhkan banyak informasi.

Perempuan itu adalah Siti Roehana Koeddoes, beliau wafat pada usia 88 tahun, tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1972. Hingga di akhir masa hidupnya, Roehana Koeddoes terus menulis, dan terus menggerakan perempuan untuk sejajar dengan kaum laki-laki. Banyak penghargaan dari negara yang diberikan, salah satunya pada tanggal 6 November 2007 pemerintah Indonesia menganugerahkan Bintang Jasa Utama.

Logo Hari Pers Nasional 2017

Subscribe Via Email

Dapatkan Informasi Terbaru Via Email dengan bergabung bersama mailing list kami

Subscibe Sukses

Essential SSL