Provinsi Maluku sebagai provinsi yang memiliki luas lautan yang begitu besar maka dengan sendirinya memiliki kekayaan yang beranekaragam sumber daya ikan dan non ikan yang potensial untuk dikelola dan
dikembangkan sebagai pendapatan atau penghasil devisa bagi daerah maupun negara. Potensi perikanan yang potensial untuk dikembangkan seperti jenis ikan pelagis besar (tuna, cakalang, tongkol, tenggiri), jenis-jenis marlin, cucut,serta ikan dasar dan ikan karang. Berdasarkan lokasi laut, laut arafura yang memiliki potensi yang besar dengan sedian potensi sebanyak 792.100 ton serta potensi lestari sebanyak 633.600 ton per tahun, kemudian laut banda dengan sediaan potensi sebesar248.400 ton dan potensi lestari sebanyak 198.00 ton per tahun, serta laut Maluku dan sekitarnya yang memiliki sediaan potensi sebesar 587.000 ton dan potensi lestari sebanyak469.000 ton per tahun.
Selain memiliki potensi periikanan yang begitu besar laut Maluku juga memiliki aneka jenis komoditas sea foods seperti rumput laut, cumi, teripang, mutiara, udang dan sebagainya, dan pada ada kawasan laut terbatas, terdapat penyebaran ikan-ikan pelagis kecil yang menjadi tumpuan ekonomi perikanan rakyat. Potensi perikanan lainnya yang terdapat pada perairan Maluku adalah ikan hias yang memiliki sediaan potensi sebesar 505.700 ton
dengan potensi lestari sebesar 404.600. Provinsi Maluku juga memiliki potensi perikanan budidaya yang besar. Luas kawasan sentra produksi untuk pengembangan budidaya laut yang terdiri dari Mutiara 924 Ha, Lola 1.000 Ha, Teripang 3.100 Ha, Rumput Laut 2.500 Ha dan ikan mas 2.950 Ha namun potensi ini belum banyak yang dimanfaatkan.
Berdasarkan tabel 1.26 berikut diketahui bahwa sejak tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 produksi budidaya perikanan terus mengalami peningkatan. Dimana pada tahun 2011 produksi budidaya perikanan sebesar 620.475,7 ton meningkat menjadi 725.366,10 ton pada tahun 2015. Seiring dengan peningkatan produksi budidaya tersebut,
terjadi pula kenaikan nilai produksi, yakni dari 1.117,4 milyar rupiah pada tahun 2011 meningkat menjadi 2.168,1 Milyar rupiah pada tahun 2015. Didasarkan pada jenis ikan produksi laut, ikan tambak dan kolam Juga mengalami
peningkatan. Produksi ikan laut pada tahun 2011 sebesar 620. 09,4 ton meningkat menjadi 712.693,19 Ton pada tahun 2015, ikan tambak sebesar 338,8 ton meningkat pada tahun 2011 menjadi 12.485,37 ton pada tahun 2015. Untuk ikan kolam pada tahun 2011 sebesar 27,5 ton meningkat menjadi 187,54 ton tahun 2015.
Dibandingkan dengan produksi hasil tangkapan, terbukti bahwa produksi budidaya di Provinsi masih relatif rendah. Sebagaimana disajikan dalam tabel 1.27 berikut diketahui bahwa produksi perikanan tangkap di Provinsi Maluku mengalami perkembangan yang fluktuatif dengan kecendrungan relative mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pada tahun 2012 produksi perikanan provinsi Maluku sebesar 1.391.286,2 ton
turun menjadi 1.193.213,6 ton pada tahun 2015. Meskipun produksi perikanan tangkap mengalami penurunan secara keseluruan nilai produksi perikanan mengalami peningkatan yakni 4,086 trilyun rupiah pada tahun 2012 naik menjadi 6,018 trilyun rupiah pada tahun 2015. Hal ini terlihat dari dua komoditi yang mengalami penurunan produksi namun nilai produksi meningkat yakni selar dan lain-lain, ini berarti terjadi kenaikan harga pasar yang
mengakibatkan nilai produksi meningkat.
Logo Hari Pers Nasional 2017

Subscribe Via Email

Dapatkan Informasi Terbaru Via Email dengan bergabung bersama mailing list kami

Subscibe Sukses

Essential SSL