Gong Perdamaian Dunia

GPD adalah simbol perdamaian abadi yang diberikan oleh PBB kepada Provinsi Maluku khususnya di Kota Ambon, dan diresmikan pada tanggal 25 Nopember 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yodoyono tepatnya pada Hari Perdamaian Dunia yang ke XXIX. GPD berada tepat di depan Gedung Gubernur Maluku, jika malam hari monument ini berhiaskan lampu warna-warni, sehingga banyak pengunjung datang bersantai sambil berfoto ria. Di bawah monumen terdapat sebuah ruang yang menampilkan foto-foto Perdamaian Dunia (Helsinsky, Malino I, Malino II dll). Disekitar GPD + 50 m terdapat obyek wisata peninggalan sejarah

 

Benteng Victoria

Dibangun pada tahun 1517 oleh pemerintah Portogis yang dikenal dengan nama Benteng Seinhora da Annunciada, yang kemudian diambil alih oleh Belanda pada tahun 1602 dan dinamakan Kastel Victoria. Di dekat Benteng Victoria terdapat peninggalan sejarah berupa Patung Letkol Slamet Riyadi yang gugur dalam Operasi Militer melawan separatis RMS pada tahun 1950 di Maluku.

 

 

 

Monumen Pattimura

Berhadapan dengan patung Slamet Riyadi terdapat Monumen Pattimura. Monumen Pattimura merupakan salah satu Obyek Wisata peninggalan Sejarah. Monumen ini dibangun untuk memperingati perjuangan Thomas Matulessy atau lebih dikenal dengan Kapitan Pattimura, melawan penjajah Belanda pada tahun 1817, dan digantung pada lokasi dimana monumen ini berada. Pattimura dikenal sebagai pahlawan nasional. Di lokasi ini sering digunakan sebagai tempat pertunjukkan seni musik dan aktivitas olah raga

 

 

Monumen Christina Martha Tiahahu

Monumen Ch. M. Tiahahu terletak diatas bukit Karang Panjang, 3 km dari pusat kota Ambon. Ch. M. Tiahahu adalah gadis muda dari Pulau Nusalaut yang berjuang bersama ayahnya, Paulus Tiahahu dan Thomas Matulessy pada tahun 1817 menentang penjajahan Belanda. Dari lokasi ini dimana Monumen Ch. M. Tiahahu berada dapat menyaksikan panorama alam Teluk Ambon.

Ketika Belanda menangkapnya, ia tak gentar dan tak makan karena berkabung atas kematian ayahnya. Ch. C. Tiahahu meninggal pada 2 Januari 1818, pada perjalanan menuju pulau Jawa. Ch. C. Tiahahu merupakan salah satu pahlawan nasional wanita asal Maluku

 

Gunung Sirimau

Gunung Sirimau berada di desa Soya, 7 km dari pusat kota dan dapat ditempuh dengan angkutan umum. Di desa Soya terdapat Tempayan Keramat yang berada di puncak gunung Sirimau, konon air yang berada dalam tempayan ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit, membawa kemakmuran dan menemukan jodoh yang tepat. Pada Tahun 1946 Santo Fransiscus Xaverius pernah mengunjungi desa ini dalam perjalanan misinya ke Asia Timur, dan untuk mengenangnya, maka didirikan patung Santo Fransiscus Xaverius di desa Soya. Selain itu terdapat event “Cuci Negeri” yang diadakan setiap tahun pada minggu kedua bulan Desember, untuk membersihkan desa/negeri dari roh-roh jahat. Kegiatan ini diadakan secara adat dan ritual. Selain itu Desa Soya terkenal dengan agro wisata buah salak dan duren.

Logo Hari Pers Nasional 2017

Subscribe Via Email

Dapatkan Informasi Terbaru Via Email dengan bergabung bersama mailing list kami

Subscibe Sukses

Essential SSL