Tanaman Budidaya yang memiliki nama latin (Syzygium aromaticum, syn. Eugenia aromaticum) merupakan tumbuhan yang banyak dijumpai di Maluku. Karena Cengkeh lah, maka zaman dahulu bangsa-bangsa lain seperti Belanda, Portugis datang menjajah termasuk bangsa Arab datang berdagang sambil mencari buah cengkeh yang memiliki harga ekonomis tinggi.

Banyak ahli berpendapat bahwa cengkeh berasal dari Kepulauan Maluku. Penyebaran tanaman cengkeh keluar pulau Maluku mulai sejak tahun 1769. Bibit tanaman ini mula-mula diselundupkan oleh seorang kapten dari Prancis ke Rumania, selanjutnya disebarkan ke Zanzibar dan Madagaskar. Penyebaran tanaman cengkeh ke wilayah Indonesia seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan baru dimulai pada tahun 1870. Sampai saat ini tanaman cengkeh telah tersebar ke seluruh dunia.

Cengkeh merupakan salah satu komoditas sub-sektor perkebunan di Maluku yang sebagian besar diusahakan oleh perkebunan rakyat. Hasil utama tanaman cengkeh adalah dari bunganya yang dipanen pada saat kelopak bunga belum mekar. Dari bunga tersebut kemudian dipetik dan dijemur di terik Matahari untuk dikeringkan. Bunga cengkeh kering merupakan salah satu bahan baku utama untuk rokok kretek yang merupakan rokok khas Indonesia. Pada awal tahun 1990, total areal cengkeh mencapai sekitar 700.000 ha dengan produksi 120.000 ton per tahun. Produksi tersebut sudah melampaui kebutuhan cengkeh dalam negeri yang waktu itu sekitar 100.000 ton per tahun, sehingga terjadi kelebihan pasokan. Produksi cengkeh Indonesia sejak tahun 1996 mengalami penurunan sebagai dampak dari ketidak pastian harga yang menyebabkan petani enggan memelihara tanamannya. Berdasarkan data produksi cengkeh, khususnya tahun 2004 dan 2005 terjadi defisit pasokan, karena kebutuhan industri rokok kretek rata-rata 92.133 ton per tahun. Diperkirakan lima tahun mendatang, produksi cengkeh habis terserap untuk kebutuhan pabrik rokok.

Potensi tanaman cengkeh yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah daun cengkeh (daun gugur) dan tangkai bunga. Produk olahan yang dapat dihasilkan dari bunga, daun dan tangkai bunga (gagang) adalah :

1 minyak cengkeh

2 eugenol dari minyak cengkeh dan

3 senyawa turunan dari eugenol.

 

Di Maluku oleh masyarakat, cengkeh di panen dan dijual ke pengepul dalam bentuk kering, namun ada juga yang mengolah cengkeh menjadi minyak atsiri. Minyak atsiri tergolong usaha yang berprospek cukup tinggi, karena jumlah permintaan yang cukup besar, namun pembuat minyak atsiri belum dapat memenuhi permintaan yang banyak, sehingga untuk memasarkan produk ini dapat dikatakan cukup mudah. Aroma nya yang cukup khas mampu memberikan efek rileks, dan mampu mengobati gatal-gatal, luka maupun masuk angin. Harga jual minyak cengkeh ini pun masih menggiurkan berkisar antara Rp. 125.000 s/d Rp. 200.000 per liter nya.

Logo Hari Pers Nasional 2017

Subscribe Via Email

Dapatkan Informasi Terbaru Via Email dengan bergabung bersama mailing list kami

Subscibe Sukses

Essential SSL