Puncak Peringatan HPN 2017 yang diselenggarakan di Lapangan Polda Maluku Tantui diselenggarakan cukup khidmat dan penuh dengan ungkapan syukur. Kegiatan tersebut tidak hanya dihadiri oleh Presiden RI dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo saja, namun Presiden membawa beberapa jajarannya seperti,

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Presiden mengapresiasi upaya-upaya Dewan Pers yang melakukan verifikasi terhadap perusahaan media massa baik cetak maupun elektronik. Hal ini dilakukan untuk menghindari berita-berita “Hoax” atau berita Palsu. “Ada berita yang obyektif, yang aktual, ada yang kritik yang baik, tapi banyak juga berita bohong, hoax, yang mengganggu akal sehat kita. Ada berita yang membuat kegaduhan, banyak berita yang penuh dengan caci maki, penuh dengan fitnah, memecah belah masyarakat, dan bahkan mengancam persatuan bangsa,” ungkap Presiden.

Presiden dalam sambutannta pun mengatakan “Media sosial tumbuh karena kecepatan, karena dinilai aktualitas, sementara media arus utama, media mainstream menonjol karena akurasi, karena kedalaman materi-materinya,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2017, di Lapangan Polda Maluku, Tantu, Kota Ambon, Maluku, Rabu (9/2/2017) siang.

Melihat kondisi saat ini menurut Presiden, seharusnya media arus utama atau media mainstream, harus mampu meluruskan hal yang bengkok-bengkok serta menjernihkan kekeruhan yang terjadi di media sosial, bukan ikut larut dan malah memungut isu-isu yang belum terverifikasi di media sosial sebagai bahan berita.

Menandai acara puncak HPN 2017, Presiden Jokowi didampingi Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Gubernur Maluku Said Assagaff dan Penanggung Jawab HPN 2017 memukul tifa (gendang khas Maluku) sebagai tanda kegiatan HPN 2017 telah mencapai puncak.

Usai seremonial acara puncak HPN 2017 , Presiden pun bersama Gubernur Maluku yang didampingi bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku DR.Ir. Romelus Far-Far, M.Si menyempatkan diri mengunjungi stand produksi perikanan di Maluku serta melihat bantuan-bantuan dari Kementerian-Kementerian yang dipamerkan di Lapangan Tantui, Ambon. Presiden juga meninjau antara lain bantuan “lampu matahari” dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, bantuan sertifikasi tanah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta bantuan sekolah vokasi sebanyak 1.000 pemuda Maluku, bantuan bus, dan kapal penyeberangan dari Kementerian Perhubungan.

 

Logo Hari Pers Nasional 2017

Subscribe Via Email

Dapatkan Informasi Terbaru Via Email dengan bergabung bersama mailing list kami

Subscibe Sukses

Essential SSL